Laman

Profil Raudhatul Athfal Ar Raihan

Klik tahutan berikut untuk melihat profil Raudhatul Athfal Ar Raihan.

Berita Kegiatan Akademik Raudhatul Athfal Ar Raihan

Klik tahutan ini untuk mendapatkan informasi terbaru terkait kegiatan akademik di lingkungan Raudhatul Athfal Ar Raihan.

Berita Ekstrakurikuler Raudhatul Athfal Ar Raihan

Klik tautan ini untuk mendapatkan informasi terbaru terkait kegiatan ekstrakurikuler di lingkungan Raudhatul Athfal Ar Raihan.

Berita Prestasi Raudhatul Athfal Ar Raihan

Klik tautan ini untuk mendapatkan informasi terkait prestasi yang diraih oleh sekolah, guru, dan siswa Raudhatul Athfal Ar Raihan.

Penerimaan Siswa Baru Raudhatul Athfal Ar Raihan

Klik tahutan berikut untuk mendapatkan informasi terkait penerimaan siswa baru di Raudhatul Athfal Ar Raihan.

Senin, 18 September 2017

Yayasan Ar Raihan Bantul Serahkan Bantuan untuk Rohingya melalui ACT

Agus Effedi serahkan bantuan melalui perwakilan ACT, Senin (18/9).
BANTUL, Arraihan.org–Yayasan Ar Raihan serahkan bantuan untuk Rohingya, Senin (18/9). Bantuan tersebut disampaikan melalui organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Hal demikian disampaikan Koordinator BPH Yayasan Ar Raihan, Agus Effendi. Menurut Agus, total bantuan yang diserahkan senilai 44.037.600 rupiah serta dua buah cincin. Jumlah tersebut berasal dari unit-unit yang berada di bawah naungan Yayasan Ar Raihan dengan melibatkan guru, karyawan, siswa, serta para orang tua.

“Bantuan berasal dari unit-unit di bawah naungan Ar Raihan. Bantuan dari SMPIT sejumlah 4.410.500, dari SDIT 16.702.700, dari RA 6.726.700, dari KBIT 3.221.000, dari TPA 732.500, serta dari RTA 12.244.200 dan 2 buah cincin. Jadi, totalnya 44.037.600 ditambah dua cincin,” jelas Agus.

“Bantuan telah kami serahkan ke ACT melalui Bapak Hilman Nugraha, Partnership ACT,” lanjutnya. Penyerahan bantuan dilakukan di Ruang Kepala SDIT Ar Raihan dengan disaksikan seluruh kepala unit.

Agus menyampaikan, penggalangan dana yang dilakukan sebagai wujud empati terhadap tragedi kemanusiaan di Rahine, Myanmar, yang menyebabkan ratusan orang meninggal serta ratusan ribu lainnya mengungsi.

“Para pengungsi itu tentu membutuhkan bahan pokok dan kebutuhan dasar untuk hidup. Untuk itu, sebagai manusia, kita peduli dengan penderitaan mereka, terlebih mereka kaum muslim,” ungkap Agus.

Agus berharap, bantuan yang telah diserahkan dapat turut meringankan penderitaan warga Rohingya. Agus juga menargetkan kegiatan ini dapat menumbuhkan sikap peduli terhadap penderitaan orang lain.

Berdasarkan data Arraihan.org, bantuan Rohingya bukan program kepedulian pertama yang dilakukan Ar Raihan. Sebelunya bersama ACT AR Raihan telah mengirimkan beras ke Somalia, menyelenggarakan Aksi Peduli Palestina, memberi santunan parkir-miskin dan yatim piatu, serta membantu penyaluran hewan kurban. (sab)

Kamis, 24 Agustus 2017

Rufiyati Ambar Ningrum Juara 3 Guru RA Berprestasi DI Yogyakarta

Rufiyati Ambar Ningrum mempresentasikan hasil penelitiannya (22/8).
Yogyakarta, Arraihan.org--Rufiyati Ambar Ningrum raih juara 3 guru Raudhatul Athfal (RA) berprestasi tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. Guru RA Ar Raihan itu dikukuhkan sebagai pemenang ketiga setelah berkompetisi dengan guru-guru RA berprestasi dari kabupaten/kota seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada sesi presentasi, Ningrum memaparkan hasil penelitiannya terkait pemanfaatan APE dalam menangani anak-anak hiperaktif. Menurut Ningrum, seorang guru RA harus menangani beberapa anak sekaligus. Di antara anak-anak didiknya, hampir selalu ada yang hiperaktif dan memerlukan perhatian khusus. Untuk itu, Ningrum memanfaatkan APE agar anak-anak hiperaktif bisa lebih fokus atau konsentrasi belajar.

Presentasi dilangsungkan di Gedung Kanwil Kemenag DI Yogyakarta, Selasa (22/8). Selain guru-guru RA berprestasi, secara bersamaan juga dilangsungkan kompetisi untuk kepala RA.

Selain perihal presentasi hasil penelitian, unsur lain yang menjadi perhatian dewan juri adalah portofolio dan kemampuan peserta dalam berbahasa asing. Terkait kemampuan bahasa asing, lulusan UIN Sunan Kalijaga itu memilih menggunakan bahasa Arab.

"Tahun sebelumnya urutan kedua. Tahun ini urutan ketiga. Mungkin nilai portofolio saya masih perlu ditingkatkan lagi," ungkap Ningrum.

Berdasarkan SK Kakanwil Kemenag DIY No. 482 tahun 2017, guru RA yang menempati urutan pertama adalah Sri Ngadiyati dari RA Masyithoh Kantongan Sleman. Sementara itu, posisi juara pertama diraih Estri Ritah Indriwati dari RA Masyithoh Janten Kulonprogo. (sab)

Sugeng Sri Lestari Menangkan Kompetisi Kepala RA Berprestasi Kanwil Kemenag DI Yogyakarta

Sugeng Sri Lestari
Yogyakarta, Arraihan.org--Sugeng Sri Lestari raih predikat kepala Raudhatul Athfal (RA) berprestasi Kanwil Kemenag DI Yogyakarta. Prestasi diperoleh Kepala RA Ar Raihan itu setelah mengungguli kepala-kepala RA berprestasi dari empat kabupaten-kota di DI Yogyakarta.

"Sebelum maju ke tingkat provinsi, para kepala RA terlebih dahulu harus mengikuti seleksi pada tingkat kabupaten dan kota. Selanjutnya, kantor Kemenag tingkat kabupaten/kota mengirimkan kepala RA terbaiknya untuk berkompetisi pada tingkat provinsi," papar Sugeng Sri Lestari ketika dihubungi.

Pada presentasi di Kantor Kanwil Kemenag DI Yogyakarta, Selasa (22/8), Kepala RA Ar Raihan itu memaparkan konsep Sekolah Cinta Alquran yang diterapkannya di Ar Raihan. Secara keseluruahan, ada tiga hal yang menjadi fokus Sugeng Sri Lestari untuk diangkat pada seleksi kepala RA berprestasi ini.

Pertama, tentang sekolah cinta Quran. Pada konsep ini, RA Ar Raihan menargetkan siswa-siswinya bisa membaca Alquran serta saat lulus RA bisa hapal Alquran Juz 30. Kedua, tentang pendidikan karakter di RA Ar Raihan. Ketiga, tentang kiprah RA Ar Raihan sebagai sekolah rujukan, baik sebagai tempat studi banding maupun kiprah kepala sekolah, guru, dan karyawan dalam menjadi narasumber dalam bidang kurikulum dan parenting.

Kemenangan Sugeng Sri Lestari ini dikukuhkan pada Surat Keputusan Kakanwil Kemenag DI Yogyakarta No. 482 Tahun 2017. Berdasarkan SK tersebut, kepala RA yang menempati urutan kedua adalah Ida Laily Fauziah dari RA Muslimat Bendungan Kulonprogo dan pada posisi ketiga Rina Indarwati, Kepala RAM Natah Gunungkidul.

Kemenangan Sugeng Sri Lestari menambah daftar kepala RA berprestasi dari Ar Raihan. Pada tahun 2010, kepala sekolah sebelumnya, Nur Hidayah juga menjadi pemenang pertama guru berprestasi tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan predikat juara pertama itu, Sugeng Sri Lestari berhak mengikuti seleksi pada tingkat nasional. Pada  tingkat nasional, portofolio akan kembali diperiksa dan dikompetisikan dengan portofolio kepala-kapala RA lain dari seluruh Indonesia. (sab)